Sabtu, 19 November 2016

Gaya gesek

     Jumat, 18 November 2016 tepatnya pukul 06.00 pagi saya keluar pintu rumah untuk melangkahkan kaki pergi kekampus. Hari ini merupakan hari yang sangat luar biasa karena langit yang begitu cerah. Setiap pagi saya menunggu angkot untuk pergi ke kampus Indralaya. Tidak lama saya menunggu dipinggir jalan kemudian ada angkot yang menghampiri saya dan siap untuk menghantar saya ke Kampus. Perjalanan dari tempat saya yaitu Tanjung Raja ke Kampus Indralaya, membutuhkan waktu 45 menit dengan catatan tidak terjebak macet.
Pada saat itu hanya saya sendiri yang ada didalam angkot tersebut. Kemudian angkot berjalan kembali, setelah beberapa menit ada seorang siswa SMP melambaikan tangan untuk memberi tanda bahwa ia ingin ikut angkot yang saya tumpangi. Pak sopir kemudian menekan rem untuk memberhentikan mobil tersebut dan terjadilah gaya gesek pada roda angkot tersebut.
Gaya gesek adalah gaya yang melawan gerak benda pada suatu permukaan. Gaya gesek terjadi akibat adanya pergerakan benda-benda yang saling bersentuhan. Gaya gesek tersebut bekerja pada permukaan benda-benda yang bersentuhan dengan arah berlawanan. Ada kalanya gaya gesek begitu besar sehingga benda yang bergerak segera berhenti. Ada kalanya pula gaya gesek yang terjadi tidak besar sehingga benda masih sempat bergerak jauh sebelum berhenti. Berdasarkan pengertian tadi, maka dapat diartikan bahwa gaya gesek adalah gaya yang menahan gerak benda agar benda itu dapat berhenti bergerak. Besar dan kecilnya gaya gesek bergantung pada kekasaran permukaan kedua benda yang bergesekan. Semakin kasar suatu permukaan, semakin besar gaya geseknya dan semakin "sulit" benda bergerak di atas permukaan tersebut. Sebaliknya, semakin halus permukaan, semakin kecil gaya geseknya dan semakin "mudah" benda untuk bergerak di atasnya.
pengertiang gaya gesek
arah gaya gesek

Berikut 4 contoh kemungkinan yang terjadi pada benda yang bergerak di atas permukaan bidang tertentu.
  • Benda yang memiliki permukaan kasar bergerak pada permukaan yang kasar, contohnya mendorong balok di atas karpet.
  • Benda yang memiliki permukaan kasar bergerak pada permukaan yang halus, contohnya ban sepeda yang bergerak di atas lantai keramik.
  • Benda yang memiliki permukaan halus bergerak pada permukaan yang kasar, contohnya es balok yang bergerak sesaat setelah didorong di atas jalan yang berkerikil.
  • Benda yang memiliki permukaan halus bergerak pada permukaan yang halus, contohnya gelas yang menggelinding di atas kaca.
Gaya gesek memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  • Arah gaya gesek selalu berlawanan arah dengan gaya luar yang menggerakkan benda sehingga gaya gesek bersifat menghambat gerak benda. Jadi, jika arah gaya luar ke kiri, arah gaya gesek ke kanan. Sebaliknya. jika gaya luar ke kanan, arah gaya gesek ke kiri.
  • Gaya gesek tidak mampu menggerakkan benda.
  • Besar gaya gesek bergantung pada kekasaran permukaan dua benda yang bergesekan.
Gaya gesekan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gaya gesekan statis dan gaya gesekan kinetis.
Gaya gesekan statis adalah gaya gesek yang bekerja pada benda selama benda tersebut masih diam. Sedangkan, gaya gesek kinetis adalah gaya gesek yang bekerja pada saat benda dalam keadaan bergerak. Gaya ini termasuk gaya disipatif yaitu gaya dengan usaha yang dilakukan akan berubah menjadi kalor.

Contoh gaya gesek dapat ditemukan pada benda yang bergerak, tidak hanya benda yang bergerak di darat, tetapi juga di udara dan air. Gesekan di permukaan air terjadi pada burung yang mendarat di permukaan air. Burung yang mendarat akan mengembangkan kakinya sehingga menghasilkan gesekan dengan air dan menyebabkan burung itu berhenti. Gesekan di udara terjadi pada olahraga terjun payung. Ketika parasut membuka, parasut akan mengembang membentuk payung. Parasut yang berbentuk payung menghasilkan gaya gesek yang besar terhadap udara. Gaya gesek yang terjadi berlawanan dengan gaya gravitasi yang menarik parasut ke bawah. 
Contoh gaya gesek lainnya antara lain sebagai berikut:
  • Gaya gesek antara sol sepatu dengan lantai.
  • Gaya gesek antara ban kendaraan dengan aspal.
  • Gaya gesek antara gear dalam mesin kendaraan.
  • Gaya gesek antara papan sky dengan salju. 
Rumus gaya gesek 
 f = µN
f = gaya gesek (N)
µ = koefisien gaya gesek
N = gaya normal (N)

Contoh Soal :
Sebuah balok kayu mempunyai massa 20 kg didorong ke arah kanan. Koefisien gaya gesek kinetis sebesar 0,2. Berapakah gaya gesek kinetis balok dan kemanakah arah arah gaya geseknya?
Jawab:
m = 20 kg
µk = 20
N = W; maka W = mg
W = 20 kg 10 m/s2
W = 200 N
Persamaan gaya gesek:
f = µk N
f = 0,2 . 200
f = 40 N
Jadi, besar gaya gesek pada balok kayu dengan lantai adalah 40 N dan arah gaya geseknya ke arah kiri (berlawanan dengan arah gerak benda).

Manfaat gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari adalah:
1. Kita dapat berjalan dengan mudah menggunakan sepatu karet di lantai yang agak licin.
2. Ban sepeda motor atau mobil terdapat gerigi-gerigi yang bertujuan memperbesar gaya gesek jika berjalan di atas tanah.
3. Rem cakram atau tromol dengan menggunakan kampas sehingga kita dengan mudah dan aman pada waktu mengerem. Jika tidak ada gaya gesek maka motor akan melaju terus.

Cara yang dilakukan untuk mengurangi gaya gesek:
1. Memberikan pelumas seperti oli pada kendaraan bertujuan untuk mengurangi gaya gesek pada mesin.
2. Memberikan roda pada gerobak bakso. Seandainya pada gerobak bakso atau mie ayam, maka akan susah sekali tukang baksonya untuk mendorong gerobak.

Sekian dari saya mengenai gaya gesek. Semoga Bermanfaat dan tolong berikan komentar serta saran yang membangun. Terima Kasih. 

11 komentar: